Posted by: bisnisoke | 24 Maret 2011

Bukti JIL Putar Strategi Hancurkan PKS Karena Tak Jadi Keluar dari Koalisi adalah dengan Bom Buku Utan Kayu dan Konflik Yusuf Supendi ???

Inilah repotnya jadi partai yang dibenci, baik oleh kalangan Islam sendiri, non muslim apalagi para penganut paham pluralisme, liberalisme dan sipilis.

Setelah tak bisa dikeluarkan dari koalisi, akhirnya Jaringan Islam Liberal memutar strategi untuk dapat menghancurkan PKS. Diantaranya :


1. Kasus Bom Buku di komunitas Utan Kayu yang notabenenya adalah kantor Jaringan Islam Liberal.


Berikut adalah [Analisis] Siapa Pelaku Bom Utan Kayu??? Yang saya copy dari  http://www.ajangkita.com/forum/viewtopic.php?f=40&t=271 Sebelumnya, saya menyampaikan duka cita dan ikut prihatin atas insiden bom yang terjadi di markas Komunitas Utan Kayu, tanggal 15 Maret 2011 kemarin. Ikut berduka juga buat pak polisi yang menjadi korban. Semoga dapat tabah dan cepat sembuh. Siapapun pelaku pemboman ini, dia pastilah seorang yang sangat biadab dan perlu kita doakan agar dia segera bertaubat dan menyadari kesalahannya. Melakukan teror dengan alasan dan latar belakang apapun merupakan tindakan yang sangat keji! Namun terlepas dari hal di atas, saya ingin menyampaikan beberapa analisis yang sempat beredar di masyarakat (khususnya di internet) mengenai dugaan “siapa sebenarnya pelaku bom ini”.

1. Kelompok Islam garis keras

Alasannya: Selama ini yang rajin memusuhi Ulil dan Islam Liberal adalah kalangan “Islam garis keras”. Apalagi (kutipan dari http://www.detiknews.com/read/2011/0…bom-untuk-ulil ): ================== Buku itu berjudul ‘Mereka Harus Dibunuh karena Dosa-dosa Mereka terhadap Islam dan Kaum Muslimin’ setebal 412 halaman. Paket itu dilengkapi selembar surat untuk Ulil berisi permintaan memberikan kata pengantar buku dan interview. Pengirimnya adalah Drs Sulaiman Azhar, Lc, nomor telepon 08132220579, beralamat di Jalan Bahagia Gg Pancer No 29 Ciomas, Bogor. ===================== Nama pengirim, judul buku, dan gelar orang ini (LC) membuat kita langsung mengasosiasikannya dengan “kelompok Islam garis keras”.

Analisis: Kalau dilihat dari ciri-ciri bomnya, memang dugaan ini kuat. Tapi hei… coba kita berpikir jernih: - Apa tidak aneh jika ada pengirim bom yang menyertakan identitas dirinya dengan jelas dan lengkap? - Kalaupun benar pengirim bom ini adalah dari kalangan “Islam garis keras”, mengapa mereka dengan amat jujur memperlihatkan tanda-tandanya lewat paket buku yang berisi bom tersebut? Dari analisis ini, saya TIDAK PERCAYA bahwa dalang bom ini adalah dari kalangan “Islam garis keras”. Saya lebih percaya bahwa ini adalah sebuah fitnah yang ditujukan kepada umat Islam.

2. Lawan Politik Ulil

Alasan: Hal ini disampaikan sendiri oleh Ulil. Coba baca di http://nasional.vivanews.com/news/re…aya-berpolitik dan http://twitpic.com/49ozs9 Kutipannya: ================ Ulil mengatakan, teror seperti ini tak pernah diterima saat dia aktif dalam JIL. Dia menduga teror ini ada sejak dia aktif berpolitik di Partai Demokrat. “Ini teror pertama kali, dan mengapa baru sekarang. Saya menganggap tak ada kaitannya dengan dulu (di JIL), tapi kegiatan sekarang lebih banyak di politik,” ujar Ulil. Dulu waktu di JIL belum pernah,” dia melanjutkan. Ulil pun menduga, teror muncul sejak dia mulai bersuara dalam isu-isu sensitif. “Misalnya reshuffle,” jelas Ulil. =================

Analisis: Menurut saya, ini adalah argumen yang sangat lucu. Coba kita pikirkan: Selama isu reshuffle kabinet beredar, parpol yang diperkirakan akan menjadi “korban” adalah Gorkar dan PKS. Kita juga tentu ingat, dalam sejumlah wawancara dengan wartawan, Ulil menyampaikan dengan AMAT JELAS bahwa yang akan didepak adalah para menteri dari PKS. Jadi dari komentar Ulil di atas, dia sebenarnya secara tidak langsung mengatakan bahwa pelaku bom Utan Kayu ini adalah politisi PKS. Sampai di sini, kita mungkin masih bisa menerima secara logika. “Ya, bisa saja ada politisi PKS yang sakit hati pada Ulil soal reshuffle itu.” Tapi hei… coba pikirkan lagi: Reshuffle kan tidak jadi. Artinya bila kita bicara soal “menang dan kalah”, dalam hal ini PKS sebenarnya menang dan Ulil kalah. Pertanyaan saya: Apa masuk akal bila sang pemenang mengirim bom kepada yang kalah??? Bukanlah lebih masuk akal bila pihak kalah (Ulil) yang mengirim bom kepada yang menang (PKS)????

3. Pengalihan Isu Wikileaks

Alasan: Selama ini setiap kali ada kasus seputar istana yang mandeg dan tak terpecahkan, biasanya segera muncul isu lain.

Analisis: Ya, poin nomor 3 ini menurut saya jauh lebih masuk akal (terutama berdasarkan pengalaman selama ini). * * * Lantas, saya punya satu pertanyaan penting: Paket buku itu ditujukan kepada Ulil. Tapi kenapa kok dibuka oleh orang lain????? Coba baca kutipan berikut dari http://www.detiknews.com/read/2011/0…bom-untuk-ulil ============= 13.30 WIB Paket diserahkan kepada Saidiman, jubir Komunitas Utan Kayu. Dalam bungkusan tersebut tertulis isinya buku. Saidiman lalu membukanya dan menemukan satu surat. Saidiman mencoba membuka buku berkover tebal itu, namun buku tidak bisa dibuka lembarannya. Buku itu berjudul ‘Mereka Harus Dibunuh karena Dosa-dosa Mereka terhadap Islam dan Kaum Muslimin’ setebal 412 halaman. ==================== Apakah di Komunitas Utan Kayu sudah biasa melakukan hal itu? Membuka kiriman yang bukan haknya, yang seharusnya ditujukan kepada orang lain? Atau memang itu disengaja? Memang disengaja agar yang membuka paket itu bukan Ulil? Mari kita bertanya pada rumput yang bergoyang.

sumber : www.ihwansalafy.wordpress.com


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

Responses -

pengirim bom bisa siapa saja. pasti memang penggemar kekerasan. soal nama dan alamat bisa dibuat dengan nama siapa saja dan alamat mana saja. soal fitnah itu memang harus dibuktikan. saat ini di berbagai tempat tersebar isue bom lewat paket kiriman. jadi teror itu tergolong berhasil.

pasti ada uang di balik batu atas setiap kejadian teror

mantap otak cara berpikirnya ya klau memang begitu,
tpi bisa saja ada yng sakit hati

saya lebih cendeung yg nomer 3.. :-)

Kalau ada yg ingin membunuh ulil, sangat gampang sekali ngapain harus kirim bom buku segala. Cukup datangi ulil tembak kan selesai. kayak kasus Direktur PT. Rajawali…. jadi ini semua hanya issu yg membahayakan dan meresahkan terutama bagi masyarakat kecil yg jadi ketakutan. jangan korbankan rakyat untuk memuaskan nafsu duniamu

ah…teori….
kambing hitam……… kambing hitam……………..

bener ni analisa…. emang mereka suka bikin ulah dan melemparkan ke orang lain demi syahwat.

semoga kita semua di ampunkan Allah.

waduh q tidak bakat dlm hal ini coy,gak bisa komen nih q . . .yg terjadi terjadilah

yang terjadi terjadilah saya gak bisa komen fitnah itu kejam seperti hukum rimbah saja . ../

Masuk akal…analisa yg cerdas….

Orang yang luar biasa adalah orang biasa yang bisa membiasakan kebiasaan yang tidak biasa dilakukan oleh orang biasa, dan dia tetap hidup biasa seperti orang biasa, walaupun punya kelebihan yang luar biasa dan bisa berbuat apa saja dari yang biasa. Anak seorang Kiai kemudian menjadi Kiai adalah hal yang biasa, anak pengusaha menjadi kaya raya adalah biasa, anak seorang doktor menjadi direktur adalah hal yang biasa, namun jika orang tua anda tidak punya apa-apa tapi anda bisa menjadi siapa, maka anda adalah orang yang luar biasa. Namun, apalah artinya orang yang luar biasa tapi tidak takluk dan tunduk kepada perintah DZAT YANG MAHA BISA. Ya Allah, golongkan aku dan saudaraku ini sebagai hamba-Mu yang luar biasa dalam beramal sholeh, beribadah, berkarya, serta peduli kepada sesama. (Dinukil oleh Tim AlBuruj dari tausiah ust. Abdul Baits Muchtar, Lc.MA, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Buruj Jepara /www.pondok_alburuj.com).

menurut analisis saya setelah ketemu dengan pentolan islam garis keras,.. ternyata memang ini “islam garis keras” biangnya bom buku dan teror-teror yang lain. misinya tetap negara islam

analisis dari komplotan ba’asyir-kah ini ??

jeruk makan jeruk, Muslim makan Muslim

itulah solusi termudah menghancurkan Islam, sayangnya yang keras berniat demikian, orang yang ngaku Muslim juga.

Saya cendrung analisa ke tiga,
…dan masak sudak langsung polisi yg membuka, saya yakin pelakunya mereka sendiri. Kasus boom utan kayu, tak akan pernah terkuaq, sebb pelakunya mereka mereka sendiri. Ulil dan aparat. ada semacam simbiosis mutualisme disini. mereka saling menguntungkan. aparat membesarkan ulil, dan sebaliknya. mereka mengorbankan siapa saja n apa saja, itu soal effect samping. yg jelas mereka jd ‘top’. top sebagai anta gonis maupun proto gonis, di negara ini sama baiknya. mari buktikan… kaga bakal ter ungkap. jika terungkap dan ulil pelakunya… mari kita gantung mereka di Monas… setuju??

setuju pak bos..menurut saya ini teror bom emang akal-akalan aja
belum2 udah bilang jaringan lama..banyak gak masuk akal kronologisnya..
tu polisi juga dengan pedenya buka bom, emang dy punya kualifikasi apa????
kayaknya sih ada yang nyuruh buka, kita tunggu aja
ceritanya, motifnya sampe kelewat berani mau bongkar sendiri tu bom buku…
semoga smuanya semakin jelas amiin

wah teliti sekali analisisnya…tob markotob dach

PKS terlalu GR jika disasar dalam kasus ini. Kelompok Baasyir lah yang paling mungkin jadi sasaran fitnah…

…. ^_^v ………….

NICE…..

http://digimon-world-x.blogspot.com/
http://pokemon-leaf-green-x.blogspot.com/

Kalo dipikir-pikir sepertinya 3 lebih pas. teror bom buku ternyata tidak hanya ditujukan ke bos ulil semata. ini merupakan teknik pengalihan isu semata.

memenglah benar bahwa Musuh Islam terkadang tidak cuma dari Non Islam. Bahkan yang sudah Islam juga malah memusuhinya. Tapi kita perlu konsolidasi antar umat Islam agar melaksanakan QUran dan Sunnah dengan benar dan tidak asal-asalan.SUkses untuk Kejayaan Islam. Allahuakbar

@ untuk Sumili, jangan mudah untuk menuding bahwa analisa ini adalah bagian dari kelompok Ba’asyir, siapapun di negeri ini bebas menafsir setiap peristiwa selama memiliki argumentasi, karena dilindungi UUD 45, jadi silahkan menfasir dengan bebas kejadian2 penting di negeri ini. ( SM )

Leave a response -

Your response:


Categories