Siapa bilang mudah untuk menjadi pemenang ? Sesungguhnya menjadi pemenang memerlukan pengorbanan besar yang menuntut kesungguhan hati untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dalam hidup, seringkali kita terjebak dalam rutinitas harian yang mengarahkan diri kepada kehancuran, karenanya menjadi pemenang tidaklah mudah.
Meski mengetahui jika tidak berolah raga maka berbagai penyakit akan datang bertamu, masih saja banyak orang yang lebih memilih bermalas-malasan memanjakan tubuh dengan tidur berkepanjangan, yang pada ujung-ujungnya di usia muda penyakit akut sudah menyerang. Meski mengetahui pentingnya berolah raga, tapi mengapa tak jua dilakukan ? Jawabannya, menjadi pemenang tidaklah mudah.
Meski mengetahui jika tidak menegakkan ibadah maka jiwa akan kering kerontang rasa gelisah mudah menghampiri, masih saja banyak yang lebih memilih lupa untuk sekedar mengerjakan ibadah ritual 5 kali sehari , akibatnya tanggung sendiri, hidup namun sesungguhnya tidak hidup, lebih tepat jika dikatakan hidup macam robot atau lebih parah lagi bak zombie. Meski mengetahui pentingnya beribadah, tapi mengapa tak jua dilakukan ? Jawabannya, menjadi pemenang tidaklah mudah.
Menjadi pemenang hakikatnya menjadi diri yang sejati, menjadi diri yang sesuai dengan tujuan penciptaan-Nya, karena itu sangatlah penting untuk menjadi pemenang. Meski kita memiliki musuh abadi, yaitu Iblis, yang tiada henti merayu kita untuk selalu menjadi yang terkalahkan namun janji Alloh pasti benar, bahwa hanya orang-orang yang beriman sajalah yang tidak akan mampu dikebiri oleh Iblis,hanya orang-orang beriman yang merdeka dari ajakan Iblis, maka kesimpulannya menjadi pemenang adalah perjalanan iman yang tiada pernah terputus hingga ruh terlepas dari jasadnya, hingga hari kebangkitan tiba di mana seluruh jiwa akan dimintakan pertanggung-jawabannya. ( SM )
Categories: