Ahmadiyah masih menjadi ulasan hangat diberbagai media nasional belakangan ini, apakah itu di koran atau pun televisi, kelompok minoritas ini seringkali ditampilkan sebagai korban kekerasan pihak Umat Islam yang memang mayoritas di negeri ini, sehingga para pembela Hak Azasi Manusia ( HAM ) dan kelompok liberal dengan berbagai simbolnya serempak ramai-ramai membela Ahmadiyah, maka berhadapanlah antara Umat Islam militan dengan para pembela Ahamdiyah, masih lumayan jika bentuk konfrontasi antara umat ini hanya sebatas ranah diskusi ilmiah, namun yang terjadi justru permusuhan yang berujung kepada kekerasan bahkan penghilangan nyawa, inilah yang membuat prihatin banyak pihak termasuk penulis.
Persoalan Ahamdiyah ini harus ditempatkan secara jernih dan objektif sehingga jalan keluar yang menguntungkan semua pihak dapat tercapai, sehingga tak ada lagi kekerasan atas nama agama terjadi di bumi pertiwi ini. Ahmadiyah sebenarnya bukanlah Islam, seperti halnya Syiah yang juga bukan Islam, mereka serupa tapi tidak sama, sesuatu yang mirip tentulah bukan si subjek itu sendiri, seperti misalnya ada orang yang sangat mirip dengan salah seorang artis, mau seperti apa juga ya cuma mirip, bukan lah si artis itu sendiri, jadi mesti bisa dibedakan mana yang asli dan bukan, dengan begitu persoalan menjadi jelas. Dalam Islam selama perbedaan itu masih dalam ranah fiqih / hukum syariat maka masih bisa ditoleransi dan tidak akan menyebabkan seseorang keluar dari Islam, tetapi jika perbedaan itu sudah menyangkut akidah / keyakinan maka perbedaan macam begini tidak lagi bisa ditoleransi lagi alias seseorang bisa dijatuhi hukum sebagai murtad atau keluar dari Islam. Berdasarkan bukti-bukti yang kuat dilapangan menunjukkan kalau Ahmadiyah itu memiliki perbedaan dalam soal keyakinan / akidah dengan Umat Islam , cobalah baca buku-buku karya ulama-ulama tersohor Ahmadiyah bahkan dalam kitab yang dijunjung tinggi dikalangan mereka sendiri yaitu Tadzkirah, sangat tampak bahwa mereka mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi setelah Nabi Muhammad SAW, artinya perbedaan yang ada antara Ahmadiyah dan Islam sudah sangat berbahaya karena menyangkut hal yang prinsip / baku dalam ajaran Islam itu sendiri. Bagi Islam, pengakuan atas kenabian Muhammad dan tidak ada nabi setelahnya adalah persoalan keyakinan dan harga mati, demikianlah yang sudah berjalan selama kurang lebih 1500 tahun, jika ada umat Islam yang kemudian mengakui ada nabi lagi setelah rosululloh SAW maka secara otomatis dia dapat dihukumi sebagai murtad kecuali bertaubat kepada Alloh Ta’ala atau kembali kepada Islam yang sebenarnya. Read More…